8 Kebiasaan yang Meningkatkan Risiko Depresi, Salah Satunya Terlalu Sering Menghabiskan Waktu di Media Sosial

- Senin, 25 Oktober 2021 | 11:30 WIB
8 Kebiasaan yang Meningkatkan Risiko Depresi, Salah Satunya Terlalu Sering Menghabiskan Waktu di Media Sosial. (unsplash.com/Anthony Tran)
8 Kebiasaan yang Meningkatkan Risiko Depresi, Salah Satunya Terlalu Sering Menghabiskan Waktu di Media Sosial. (unsplash.com/Anthony Tran)

JatimNetwork.com - Depresi adalah gangguan suasana hati (mood) yang ditandai dengan perasaan sedih yang mendalam. Hal ini sering dialami kebanyakan orang dan terkadang sulit terdeteksi.

Ternyata, depresi punya keterkaitan yang erat dengan kebiasaan sehari-hari. Ada beberapa tindakan yang diketahui bisa meningkatkan risiko depresi.

Dilansir JatimNetwork.com dari The Healthy, berikut 8 kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko depresi.

Baca Juga: Bacaan Tahiyat Akhir yang Benar Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya Bahasa Indonesia

1. Melewatkan hal-hal kecil

Kadang hal-hal kecil yang dilewatkan justru berpotensi meningkatkan risiko depresi, misalnya melewatkan olahraga, makan dengan buruk, dan begadang.

Hal-hal ini saja belum tentu mengarah pada diagnosis depresi, tetapi dapat membuat seseorang merasa tidak nyaman.

2. Makan makanan cepat saji

Analisis penelitian tahun 2013 tentang diet dan depresi yang diterbitkan dalam The American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa semakin sehat pola makan mereka, semakin rendah risiko depresi yang mungkin dialami.

Baca Juga: Bacaan Doa Ziarah Kubur Singkat yang Shahih Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya Bahasa Indonesia

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa orang yang makan banyak makanan olahan memiliki risiko depresi yang lebih tinggi.

Perlu diingat bahwa jenis penelitian ini hanya menunjukkan hubungan antara pola makan yang buruk dan suasana hati yang lebih rendah.

Namun, mengonsumsi makanan yang sehat, yang pada studi pertama didefinisikan sebagai asupan tinggi buah, sayuran, ikan, dan biji-bijian bukanlah ide yang buruk.

3. Menghabiskan terlalu banyak sendiri

Menurut psikolog klinis dan penulis Prescriptions Without Pills, Susan Heitler, sesekali menghabiskan waktu berkualitas sendirian bermanfaat bagi kesehatan mental.

Baca Juga: Link Nonton 'LIttle Mom' Episode 9 Tayang Sore Ini 18.00 WIB: Rahasia Naura Terbongkar di Satu Sekolahan

Namun, Susan Heitler memperingatkan, menghabiskan terlalu banyak waktu dalam kesendirian dapat benar-benar meningkatkan risiko depresi.

Karena itu, Susan Heitler menekankan pentingnya menciptakan persahabatan dan hubungan dengan orang lain, sebagai salah satu strategi untuk mengatasi depresi.

4. Terlalu sering menghabiskan waktu di media sosial

Dengan smartphone, laptop, televisi, dan layanan streaming yang semuanya meminta perhatian 24/7, semakin umum bagi orang untuk mengonsumsi media dari lebih dari satu perangkat pada satu waktu.

Baca Juga: Kunci Jawaban Tema 4 Kelas 4 SD Halaman 19 Subtema 1 Pembelajaran 2 Tentang Pancasila

Sebuah survei tahun 2013 terhadap 318 orang yang diterbitkan di Cyberpsychology, Behavior, and Social Networking mengungkapkan bahwa orang yang melaporkan multitasking media mereka lebih sering mengalami gejala depresi dan kecemasan sosial.

Untuk mengatasi hal tersebut, coba untuk menghabiskan waktu hanya dengan satu layar pada satu waktu, dan batasi waktu akses media sosial.

5. Menghabiskan waktu dengan orang-orang negatif

Komentar kritis dan negatif dari teman, atasan, atau orang lainnya bisa lebih dari sekadar membuat bingung.

Sebaliknya, mengelilingi diri dengan hal-hal negatif sebenarnya dapat meningkatkan risiko merasa tertekan.

Baca Juga: Pada Tahun Segini Hari Sumpah Pemuda Ditetapkan, Simak Penjelasan Tentang Sejarah dan Teks Sumpah Pemuda

“Tidak ada orang yang suka diajak bicara dengan suara kasar,” kata Susan Heitler.

“Berada di sekitar orang yang mengirimkan energi negatif itu bermasalah. Itu akan membuatmu merasa sedih.”

Alih-alih, menjalin hubungan dengan orang-orang yang secara positif memperkuat tindakan lebih baik, daripada terus-menerus mencela.

Melakukan hal itu dapat membantu seseorang memandang kehidupan melalui sudut pandang yang lebih positif, dan mengurangi kemungkinan mengalami depresi.

6. Kurang menghabiskan waktu di alam

Menurut sebuah studi 2011 oleh Institut Pusat Kesehatan Mental di Universitas Heidelberg, tinggal di kota besar terkait dengan tingkat stres dan penyakit mental yang lebih tinggi, terutama depresi.

Untuk penduduk kota yang mencoba menghindari efek ini, coba melakukan perjalanan singkat ke taman atau daerah pedesaan dan istirahat dari hype kota.

Jika keluar kota sesekali tidak memungkinkan, hal sederhana seperti berjalan di luar ruangan di udara segar dan sinar matahari untuk rehat kopi dapat sangat membantu memperbaiki suasana hati.

Susan Heitler juga menyarankan untuk menyimpan beberapa pot tanaman untuk meringankan suasana di dalam ruangan juga.

7. Begadang dan tidur larut

Sebuah studi tahun 2014 yang diterbitkan dalam jurnal Cognitive Therapy and Research menemukan bahwa orang yang tidur larut kemudian melaporkan pikiran negatif yang lebih kronis sepanjang hari, yaitu perilaku yang dikaitkan dengan depresi.

Sebaliknya, orang-orang yang tertidur lebih awal memiliki pikiran negatif yang lebih sedikit.

Meskipun waktu tidur yang ideal tergantung pada pekerjaan atau tuntutan hidup, secara umum, tidur satu jam lebih awal dapat memberikan manfaat kesehatan yang baik.

8. Kurang gerak

Menjalani gaya hidup yang tidak banyak bergerak, terlalu banyak waktu yang dihabiskan untuk terpaku pada TV atau perangkat elektronik lainnya dapat berdampak pada kesehatan mental.

Susan Heitler menyarankan agar orang-orang mengerahkan upaya fisik dan mental seperti olahraga atau proyek penting dapat meningkatkan suasana hati dan menurunkan kemungkinan tertekan.

Saat aktif secara fisik, otak akan melepaskan zat kimia yang membuat tubuh merasa nyaman, seperti endorfin dan endocannabinoid yang dapat meredakan perasaan depresi.

Itulah 8 kebiasaan yang dapat meningkatkan risiko depresi.***

Halaman:
1
2
3
4
5

Editor: Selly Kurniawan

Sumber: The Healthy

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X