Contoh Khutbah Jumat Spesial Syawal, Istiqomah Menjaga Kebiasaan Baik: Puasa, Sedekah, dan Membaca Al Quran

- Senin, 16 Mei 2022 | 09:40 WIB
Contoh Khutbah Jumat Spesial Syawal, Istiqomah Menjaga Kebiasaan Baik: Puasa, Sedekah, dan Membaca Al Quran/pexels.com/Hemin Suthar
Contoh Khutbah Jumat Spesial Syawal, Istiqomah Menjaga Kebiasaan Baik: Puasa, Sedekah, dan Membaca Al Quran/pexels.com/Hemin Suthar



JatimNetwork.com - Berlalunya Ramadhan tidak lantas kemudian umat muslim mengurangi kebiasan baik seperti puasa di siang hari, sholat malam, sedekah maupun membaca Al Quran.

Maka khutbah Jumat spesial Syawal ini berisikan tips dan motivasi untuk umat muslim, agar bisa tetap istiqomah menjalankan beragam kebiasaan baik yang pernah rutin dikerjakan pada saat Ramadhan kemarin.

Adapun pada Syawal ini terdapat puasa sunnah 6 hari yang dapat dilakukan umat muslim sebagaimana disebutkan dalam khutbah Jumat kali ini.

Dilansir oleh JatimNetwork.com dari laman khotbahjumat.com yang diunggah pada 12 Mei 2022, berikut naskah lengkap khutbah Jumat spesial Syawal dengan tema Jaga Kebiasaan Baik di Bulan Ramadhan.

Baca Juga: Bacaan Jawaban Mendengar Adzan Lengkap dengan Arti dan Keutamaan Melaksanakannya

Khutbah Pertama:

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَلَّا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ محمداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَخَلِيْلُهُ، وَأَمِيْنُهُ عَلَى وَحْيِهِ، أَرْسَلَهُ اللهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ، فَبَلَّغَ الرِسَالَةَ، وَأَدَّى الْأَمَانَةَ، وَنَصَحَ الْأُمَّةَ، وَجَاهَدَ فِي اللهِ حَقَّ جِهَادِهِ، فَصَلَوَاتُ اللهِ وَسَلَامُهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَأَسْأَلُ اللهَ – تَعَالَى – بِمَنِّهِ وَكَرَمِهِ أَنْ يَجْعَلَنَا مِمَّنِ اتَّبَعُوْهُمْ بِإِحْسَانٍ، إِنَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٍ.

أَمَّا بَعْدُ:

Ibadallah,

Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa. Bekerja, berusaha, dan beramallah untuk kehidupan setelah kematian. Karena akhirat itu lebih baik dan kekal.

Allah Ta’ala juga berpesan kepada kita dengan firman-Nya,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” [Quran Al-Hasyr: 18]

Baca Juga: 10 Quotes Ucapan Selamat Hari Raya Waisak 2022, Cocok Buat Dibagikan ke Media Sosial

Ibadallah,

Kemarin bulan Ramadhan datang dan sekarang dia telah pergi. Kemudian berganti dengan Id dan iapun telah berakhir. Demikianlah hakikat dunia. Segala yang ada padanya akan pergi berlalu.

Yang manisnya pergi. Demikian juga yang pahitnya akan berlalu. Yang tersisa adalah hari-hari yang telah Allah catatankan di catatan takdir.

فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُۥ * وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُۥ*

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.

Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” [Quran Al-Zalzalah: 7-8]

Ibadallah,

Sebelumnya, kita semua berada di bulan Ramadhan. Siang harinya kita berpuasa dan di malamnya kita mengerjakan shalat malam. Lisan-lisan kita senantiasa berdzikir.

Baca Juga: Link Live Streaming MNCTV: Voli Putra Indonesia vs Vietnam Hari Ini 15 Mei 2022 Lewat RCTI Plus dan iNews TV

Hati kita bersyukur kepada Allah. Kita sangat berhati-hati agar tidak jatuh kepada pembatal puasa dan hal-hal yang diharamkan. Kita berlomba-lomba dalam kebaikan.

Kemarin setan-setan dibelenggu.

Sekarang kita telah keluar dari bulan mulia itu. Bagaimana kondisi kita sekarang? Amalan mana yang sampai hari ini masih kita pegangi dengan kuat?

Apakah kita masih terlihat dalam ketaatan dan kebaikan? Masih merasakan kelezatan iman? Tunduk dan mudah melakukan ibadah kepada Allah Ar-Rahman?

Atau sekarang kita mulai terlihat dalam kemaksiatan? Dan mulai mengikuti Langkah-langkah setan?

Ibadallah,

Siapa yang menganggungkan bulan Ramadhan, maka bulan Ramadhan adalah waktu yang pasti berlalu. Tapi siapa yang mengagungkan Allah, maka Allah Maha Hidup dan tidak akan berlalu.

Baca Juga: Daftar Pemain dan Biodata Lengkap Pemeran Sinetron Garis Cinta Ada Dannia Salsabilla hingga Naufal Samudra

Allah menyukai perbuatan ketaatan dan kebaikan yang dilakukan hamba-Nya di setiap waktu. Dan Allah membenci perbuatan kekufuran, kefasikan, dan kemaksiatan.

Sesungguhnya di antara tanda diterimanya ketaatan, baik di bulan Ramadhan dan di waktu-waktu lainnya yaitu seseorang merasakan kelapangan dada dan kemudahan dalam melakukan perbuatan kebaikan dan menjaga diri dari yang diharamkan.

Karena iman itu bertambah dengan ketaatan. Apabila sebuah ketataan diterima, akan bertambahlah imannya.

Dan semakin besar semangatnya untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Allah Subhanahu wa Ta’ala menyariatkan kepada kita di bulan-bulan lainnya hal yang sama yang kita lakukan di bulan Ramadahan kemarin.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ فِى الْجَنَّةِ غُرَفًا تُرَى ظُهُورُهَا مِنْ بُطُونِهَا وَبُطُونُهَا مِنْ ظُهُورِهَا. فَقَامَ أَعْرَابِىٌّ فَقَالَ لِمَنْ هِىَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ لِمَنْ أَطَابَ الْكَلاَمَ وَأَطْعَمَ الطَّعَامَ وَأَدَامَ الصِّيَامَ وَصَلَّى لِلَّهِ بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ

“Sesungguhnya di surga terdapat kamar-kamar yang mana bagian luarnya terlihat dari bagian dalam dan bagian dalamnya terlihat dari bagian luarnya.”

Baca Juga: Info Lokasi Vaksinasi Covid-19 di Wilayah Kota Bogor 16 Mei 2022, Dosis 1, 2 dan Booster

Lantas seorang Arab baduwi berdiri sambil berkata, “Bagi siapakah kamar-kamar itu diperuntukkan wahai Rasululullah?”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Untuk orang yang berkata benar, yang memberi makan, yang senantiasa berpuasa, dan shalat pada malam hari di waktu manusia pada tidur.”

[HR. Tirmidzi no. 1984. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan].

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan kepada kita tentang sesuatu yang istimewa di surga. Yaitu tentang kamar-kamar. Bukan satu kamar, tapi banyak kamar.

Tentang kamar yang orang di dalamnya bisa melihat bagian di luarnya. Dan dari luar mereka bisa melihat bagian dalamnya. Mereka merasakan keindahan dan kenikmatan memilikinya.

Rasulullah mengabarkan kenikmatan ini kepada kita agar kita termotivasi dan semangat memilikinya.

Untuk siapa kenikmatan surga ini Allah sediakan? Untuk orang yang santun ucapannya. Baik ucapannya. Ia berinteraksi dengan manusia dengan ucapan yang baik.

Baca Juga: 25 Link Twibbon Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2022 ke 114: Nuansa Semangat Nasionalisme

Ia berbicara dengan orang lain sesuai dengan kondisi dan kedudukan orang tersebut. Orang tua kita beda dengan anak kita. pemimpin kita beda dengan pegawai kita.

Perbaguslah ucapan dengan mereka sesuai dengan kedudukan mereka masing-masing.

Ucapan yang baik adalah seseorang memperbanyak kalimat-kalimat yang baik, mengurangi ucapan yang mubah, dan menahan diri dari ucapan yang haram.

Inilah maksud sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُت

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.” [Muttafaq ‘alaih: Al-Bukhari, no. 6018; Muslim, no.47].

Kemudian kamar-kamar ini juga diperuntukkan kepada mereka yang memberi makan orang lain. Memberi makan adalah sebaik-baik sedekah dan ibadah.

Yaitu kita berikan makanan kepada orang miskin dan mereka yang membutuhkan. Kita memberi makan para tamu.

Memberi makan anggota keluarga dan orang-orang yang menjadi tanggungan kita. dengan perbuatan tersebut kita berharap pahala di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Baca Juga: Contoh Teks Khutbah Jumat Singkat yang Berkesan, Memacu Diri Agar Istiqomah Beribadah

Sebagaimana firman-Nya,

وَيُطْعِمُونَ ٱلطَّعَامَ عَلَىٰ حُبِّهِۦ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا *إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ ٱللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنكُمْ جَزَآءً وَلَا شُكُورًا

“Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan.

Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.” [Quran Al-Insan: 8-9]

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّكَ لَنْ تُنْفِقَ نَفَقَةً تَبْتَغِي بِهَا وَجْهَ اللَّهِ إِلَّا أُجِرْتَ عَلَيْهَا حَتَّى مَا تَجْعَلُ فِي فَمِ امْرَأَتِكَ .

“Sungguh tidaklah engkau menafkahkan sesuatu dengan niat untuk mencari wajah Allah (ridho-Nya), melainkan engkau diberi pahala karenanya.

Sampai pun sesuatu yang engkau suapkan ke mulut isterimu.” [HR. al-Bukhari (no. 1295) dan Muslim (no. 1628), dari Sa’ad bin Abi Waqqash radhiallahu ‘anhu].

Yaitu sampai pun nafkah yang engkau berikan kepada istrimu, engkau juga akan mendapatkan pahala karena melakukannya. Dengan syarat menghadirkan niat berharap pahala dari Allah.

Baca Juga: Profil dan Biodata Shesar Hiren Rhustavito, Penentu Indonesia Melaju Ke Final Thomas Cup 2022

Kemudian yang berikutnya adalah rutin berpuasa. Yaitu seseorang memperbanyak puasa sunnah dalam setahunnya. Jangan membatasi diri puasa hanya di bulan Ramadhan saja.

Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam mencontohkan banyak berpuasa. Beliau pernah berpuasa sunnat dalam satu bulan sampai seakan tidak pernah tidak berpuasa di bulan tersebut.

Terkadang juga dalam satu bulan beliau sedikit sekali berpuasa, seolah tidak berpuasa sama sekali di bulan tersebut.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa di hari Senin dan Kamis. Kemudian memperbanyak puasa di bulan Sya’ban. Beliau juga menganjurkan untuk berpuasa tiga hari dalam satu bulan.

Terutama tiga hari saat bulan purnama. Demikian juga beliau memperbanyak puasa di bulan Muharram. Berpuasa Arafah dan Asyura.

Dan puasa-puasa sunnah ini akan meninggikan kedudukan seseorang di dalam surga. Nabi kita menjelaskan tentang keutamaan berpuasa, sebagaimana firman Allah dalam hadits qudsi.

Baca Juga: Sentra Vaksinasi Covid-19 Terbaru Wilayah Kecamatan Menteng Jakarta 17-20 Mei 2022: Daftar Melalui Jaki

قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ كُلُّ الْعَمَلِ كَفَّارَةٌ إِلاَّ الصَّوْمَ وَالصَّوْمُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ

“Allah ‘azza wa jalla berfirman (yang artinya), “Setiap amalan adalah sebagai kafaroh/tebusan kecuali amalan puasa. Amalan  puasa adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya”.” [HR. Ahmad].

Adapun shalat malam, ini adalah amalan yang begitu luar biasa. Ini adalah kemuliaan seorang muslim. Jibril ‘alaihissalam berkata kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam,

واعلمْ أنْ شرفَ المؤمنِ قيامُهُ بالليلِ

“Ketauhilah! Kemuliaan seorang mukmin adalah shalat malamnya.” [al-Jami’ ash-Shaghir, No: 89].

Shalat malam adalah sifat penghuni surga. Sebagaimana firman Allah Ta’ala,

تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمْ عَنِ ٱلْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا

“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap.” [Quran As-Sajdah: 16]

كَانُوا۟ قَلِيلًا مِّنَ ٱلَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ * وَبِٱلْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

“Di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam. Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar.” [Quran Adz-Dzariyat: 17-18].

Halaman:

Editor: Teguh Santoso

Sumber: KhotbahJumat.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X