Khutbah Jum'at: Hilangnya Rasa Syukur pada Nikmat Dunia Karena Penyakit Hati

- Kamis, 23 Juni 2022 | 16:53 WIB
Ilustrasi orang yang sombong. /  (situs www.freepik.com )
Ilustrasi orang yang sombong. / (situs www.freepik.com )

JatimNetwork.com - Manusia rawan terlena akan nikmat dunia di saat hidup terasa lancar. Nikmat dunia ini bisa berupa kesehatan, kelancaran rizki, maupun pencapaian dalam hidup.

Karena terlalu terlena, manusia sering tidak ingat bahwa segala nikmat yang kita miliki hanyalah titipan dari Allah SWT.

Sehingga akhirnya manusia menjadi sombong, pamer akan nikmat dunia yang telah dimiliki. Hal ini kemudian membuat hilangnya rasa syukur kepada Allah SWT.

Baca Juga: Naskah Khutbah Jumat SINGKAT Padat dan Terbaru tentang Kurban, Lengkap Doa Pembuka hingga Penutup

Simak khutbah Jum'at kali ini yang membahas mengenai penyakit hati dan hilangnya rasa bersyukur. Khutbah ini dilansir JatimNetwork.com dari situs pesantren Lirboyonet.

Khutbah 1

اْلحَمْدُ للهِ اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لا شَرِيك لَه، ذُو اْلجَلالِ وَالإكْرام، وَأَشْهَدُ أَنّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسولُه، اللّهُمَّ صَلِّ و سَلِّمْ وَبارِكْ عَلَى سَيِّدِنا مُحَمّدٍ وَعَلَى الِه وَأصْحابِهِ وَالتَّابِعينَ بِإحْسانِ إلَى يَوْمِ الدِّين، أَمَّا بَعْدُ، فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ الْقَائِلِ فِيْ مُحْكَمِ كِتَابِهِ : أعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطانِ الرَّجِيمْ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمانِ الرَّحِيمْ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلا أَوْلادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ

Hadirin sidang jumat rahimakumullah,
Pada siang yang diberkahi ini, alhamdulillah kita bisa berjumpa lagi dalam ikatan ukhuwah Islamiyyah dengan kondisi sehat wal afiyah. Pertama-tama, khatib tak henti-hentinya berpesan ketakwaan kepada diri khatib sendiri khususnya dan jamaah sekalian secara umum.

Takwa dengan semaksimal mungkin menjauhi perkara yang dilarang agama dan menjalankan perintah-Nya. Kita tahu manusia tak luput dari salah dan dosa, namun sebaik-baiknya pendosa adalah menyadari dosa dan salahnya kemudian diiringi dengan permohonan ampun dan amal saleh.

Halaman:

Editor: Ninik Kurnia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X