Khutbah Jumat Tema Sikap Bijak dalam Menggunakan Media Sosial di Tengah Kemajuan Zaman

- Rabu, 28 September 2022 | 21:18 WIB
Ilustrasi Khutbah Jumat tentang sikap bijak dalam menggunakan media sosial. (Pixabay/bouassa)
Ilustrasi Khutbah Jumat tentang sikap bijak dalam menggunakan media sosial. (Pixabay/bouassa)

JatimNetwork.com – Dunia kini berkembang pesat terutama setelah ditemukannya media sosial yang memudahkan komunikasi antar manusia di berbagai belahan dunia.

Tetapi, kemajuan ini juga berdampak buruk tanpa sikap bijak. Mulai dari caci maki antara kelompok hingga ajang riya’ seperti dipaparkan dalam Khutbah Jumat ini.

Dilansir JatimNetwork.com dari situs Al-Munawaroh, berikut ini naskah Khutbah Jumat dengan tema dua sikap bijak dalam menggunakan media sosial.

Baca Juga: Teks Khutbah Jumat Bulan Rabiul Awal 1444 H Singkat Padat dengan Tema Kita yang Selalu Lalai

Khutbah Jumat Pertama

الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ، وَبِفَضْلِهِ تَتَنَزَّلُ الْخَيْرَاتُ وَالْبَرَكَاتُ، وَبِتَوْفِيْقِهِ تَتَحَقَّقُ الْمَقَاصِدُ وَالْغَايَاتُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّااللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَانَبِيَّ بَعْدَهُ. اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ المُجَاهِدِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا آيُّهَا الحَاضِرُوْنَ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ، وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى

Kehadiran media sosial kian mempermudah lagi. Dalam hitungan detik kita sudah bisa berinteraksi dan berkirim pesan melalui tulisan, suara, gambar, bahkan video ke orang di belahan dunia lain. Luas bumi yang mencapai lebih dari setengah miliar kilometer persegi seolah mengkerut. Informasi beredar secara instan, kehidupan sosial banyak bergeser ke dunia maya, dan sebagian orang bahkan rela menghabiskan separuh waktu untuk browsing di internet atau media sosial.

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Islam bukan agama yang anti perubahan. Namun demikian, ia punya prinsip-prinsip yang tak boleh dilanggar. Kita seyogianya memosisikan media sosial tak lebih dari sekadar alat, bukan tujuan. Media sosial sebagai wasîlah, bukan ghayah. Kenapa? Sebagaimana pisau yang bermanfaat bila digunakan memasak dan merugikan bila dipakai melukai orang lain, begitu pula media sosial. Dalam dirinya terkandung potensi positif tapi sekaligus negatif.

Halaman:

Editor: Bagus Satria Perdana P.

Sumber: almunawaroh.sch.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X