Selain Infrastruktur, Airlangga Sebut Perlu SDM Bertalenta untuk Hadapi Transformasi Ekonomi Digital

- Kamis, 29 September 2022 | 20:08 WIB
Airlangga Hartarto  (Instagram.com/@airlanggahartarto_official)
Airlangga Hartarto (Instagram.com/@airlanggahartarto_official)

JatimNetwork.com - Tidak bisa dipungkiri bahwa pertumbuhan Ekonomi digital akan sangat dinikmati oleh kaum muda Indonesia.

Melihat hal tersebut, pemerintah dituntut mampu meningkatkan sumber daya manusia (SDM).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, nilai ekonomi digital Indonesia akan mencapai 150 Miliar US dollar di tahun 2025. Dalam digitalisasi ASEAN, Indonesia memimpin dengan porsi sebesar 40% dan pada tahun 2030 diprediksi akan mengalami peningkatan.

Baca Juga: Soal Rencana Pertemuan Airlangga Hartarto dan Puan Maharani, Sinyal Bakal Berkoalisi?

“Para Mahasiswa inilah yang akan menjadi sumber SDM dan talenta digital kita ke depan, yang tentu harus dipersiapkan untuk menghadapi transformasi digital ini,” kata Menko Airlangga.

Menanggapi hal itu, Peneliti Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Eliza Mardian menambahkan, potensi bisnis digital oleh kaum muda, baik itu generasi milenial maupun Gen Z bisa lebih dioptimalkan lagi. “Bisnis digital di kalangan muda sangat potensial mengingat penetrasi yang paling tinggi memang di usia muda,” kata Eliza saat berbincang hari ini (29/9).

Saat ini wadah untuk berbisnis bagi kaum muda adalah melalui e-commerce. Pangsa pasar yang besar ternyata belum sanggup dipenuhi pelaku usaha dalam negeri. “Berdasarkan data BPS, kendala yang paling banyak dihadapi oleh para e-commerce karena faktor demand. Artinya dari sisi demand nya kita perlu kita tingkatkan,“ ungkap Eliza.

Baca Juga: Airlangga Hartarto Disebut Penuhi Kriteria Ekspektasi Pemilih Muda: Track Record Sudah Teruji

Dia memaparkan, mayoritas masyarakat indonesia menggunakan internet untuk hiburan, berkomunikasi. “Sedangkan untuk aktivitas ekonomi blm setinggi itu. Untuk mengonversi pengguna internet menjadi aktivitas ekonomi membutuhkan transformasi paradigma di berbagai level stakeholders: pemerintah, pelaku usaha, termasuk kebutuhan infrastruktur penunjang,” terang Eliza.

Halaman:

Editor: Antis Sholihatul Mardhiyah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X