Profil Yohanes Suporter Viral di Kanjuruhan, Mohon Polisi Tak Tembak Gas Air Mata karena Banyak Anak Kecil

- Selasa, 4 Oktober 2022 | 08:21 WIB
Ilustrasi profil singkat Yohanes suporter viral yang memohon kepada polisi agar tidak menembakkan gas air mata karena banyak anak-anak kecil di Stadion Kanjuruhan, namun malah dipukul dan dibentak. (Kolase tangkap layar Twitter/@adilah_iqba)
Ilustrasi profil singkat Yohanes suporter viral yang memohon kepada polisi agar tidak menembakkan gas air mata karena banyak anak-anak kecil di Stadion Kanjuruhan, namun malah dipukul dan dibentak. (Kolase tangkap layar Twitter/@adilah_iqba)

PortalJember.com - Tragedi Kanjuruhan di Malang yang terjadi usai pertandingan Arema vs Persebaya FC pada 1 Oktober 2022 menyisakan luka mendalam.

Menimbulkan ratusan korban, tragedi Kanjuruhan menjadi peristiwa kelam tak hanya di dunia persepakbolaan Indonesia namun juga dunia.

Meski ada berbagai faktor yang memicu tragedi Kanjuruhan, namun adanya penembakan gas air mata oleh aparat banyak dinilai menjadi salah satu penyebab utama kericuhan.

Baca Juga: Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa Geram, Prajurit yang Represif ke Suporter di Kanjuruhan Akan Dipidana

Di media sosial beredar video viral menunjukkan seorang suporter bernama Yohanes yang sempat memohon secara baik-baik kepada polisi agar tidak menembakkan gas air mata karena ada banyak anak kecil di stadion Kanjuruhan.

Namun dalam video viral tersebut justru terlihat suporter Arema bernama Yohanes itu dibentak dan dipukul oleh oknum polisi.

Berikut profil sekilas mengenai Yohanes, suporter Arema yang memohon polisi untuk tak tembakkan gas air mata karena banyak anak kecil namun malah dipukul dan dibentak.

Baca Juga: Siapa Oknum TNI yang Tendang Suporter saat Tragedi Kanjuruhan? Sosoknya Banyak Dicari Netizen

Yohanes adalah suporter Arema yang mengaku mendapatkan beberapa pukulan dari aparat di beberapa bagian badannya.

Halaman:

Editor: Woro Auliadana Balkis

Sumber: Twitter @adilah_iqbal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X