Terkait Target-Target Sektor Migas, Airlangga Hartarto Singgung Soal Kolaborasi Antar Pemangku Kepentingan

- Kamis, 24 November 2022 | 19:37 WIB
Airlangga Hartarto (Dok. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian)
Airlangga Hartarto (Dok. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian)

JatimNetwork.com - Pertumbuhan ekonomi global diprediksi akan bergerak melambat pada tahun 2022 dan 2023.

Perlambatan tersebut merupakan akibat dari tantangan The Perfect Storm dalam perekonomian global yang diprediksi masih terus berlanjut sampai setahun ke depan.

Jika merujuk pada data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III tahun 2022, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat memiliki kinerja impresif sebesar 5,72% (yoy), seiring dengan tingkat inflasi yang juga memperlihatkan penurunan menjadi ke 5,71% (yoy) di bulan Oktober 2022.

Baca Juga: Prospek Ekonomi Global Diprediksi Melambat Kata Jokowi hingga Airlangga Hartarto, Bagaimana dengan Indonesia?

Hal ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara ”the bright spot in the dark” dalam perekonomian global.

”Secara spasial, pertumbuhan Indonesia juga membaik. Yang tertinggi yakni wilayah Sulawesi (8,24%), Maluku dan Papua (7,51%), kemudian diikuti oleh Bali-Nusa Tenggara, Jawa, Kalimantan dan Sumatera. Di Sulawesi, Maluku, dan Papua, didorong oleh harga mineral yang tinggi,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto secara virtual dalam acara 3rd International Convention on Indonesian Upstream Oil & Gas 2022 yang diselenggarakan oleh SKK Migas, Kamis (24/11).

Pada kesempatan tersebut, Menko Airlangga mengapresiasi para pelaku usaha serta
Kementerian/Lembaga terkait yang telah berpartisipasi secara aktif dalam industri hulu minyak dan gas. Pertemuan 3rd International Convention on Indonesian Upstream Oil & Gas 2022 diharapkan dapat meningkatkan awareness dan sinergi antar para pemangku kepentingan dalam rangka meningkatkan investasi dan dukungan untuk pencapaian target produksi minyak 1 juta BOPD (Barrel Oil Per Day) dan gas bumi 12 BSCFD (Billion Standard Cubic Feet Per Day).

Baca Juga: Golkar dan Airlangga Hartarto Diharapkan Menang di Pemilu 2024, Kaum Milenial Jadi Target Utama?

Terkait target tersebut, Menko Airlangga mengatakan bahwa peningkatan produksi migas di
dalam negeri merupakan cita-cita bersama sehingga SKK Migas perlu melakukan langkahlangkah tertentu. Kebutuhan terhadap insentif dan fasilitas, baik fiskal dan non fiskal juga perlu dibahas bersama antar para pemangku kepentingan, melihat beberapa proyek, termasuk Proyek Kilang Gas Alam Cair (LNG) Masela di Maluku, yang juga mengalami kelambatan.

Halaman:

Editor: Dharma Anggara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X